Ciri Khas Ustad Ulin Bikin Solmed Jatuh Hati

Ciri Khas Ustad Ulin Bikin Solmed Jatuh Hati
Suasana tausiyah ustad dan ustazah menghibur kala Beraksi di Rumah Saja.

Surabaya, HARIAN BANGSA - Program Beraksi di Rumah Saja  telah menjadi pilihan tontonan edukatif di waktu sahur. Tayang sejak  pukul 02.00 WIB, tausiyah dari ustad dan ustazah tidak hanya memberikan inspirasi mengenai nila-nilai agama sesuai Alquran dan Hadits yang dikemas apik sehingga tetap menghibur.

Pada episode Kamis (7/5)  dini hari tadi Beraksi Di Rumah Saja Top 20 Kloter   Al Quddus menampilkan empat ustad dan ustadzah yang berkompetisi, yakni Dani (Bekasi), Ulin (Cilacap), Adila (Medan), dan Novri (Riau).

Gaya penyampaian dakwah  Ulin (Cilacap)  yang sangat kental dengan logat ngapak, telah menjadi daya tarik tersendiri. Lewat judul dakwah yang dipilih, yakni Hakikat Lakon Pandu Suwargo, Ulin (Cilacap) berhasil membuat Ustad Solmed jatuh  hati.

"Saya suka dengan Ustad Ulin karena tetap mempertahankan ciri khasnya dalam berdakwah. Alur cerita yang disampaikan juga bagus dan dapat dibawa kedalam pesan dari Nabi Muhammad SAW,” puji Ustad Solmed.

Berbeda dengan Ulin (Cilacap), keberuntungan masih belum berpihak kepada Adila (Medan). Meski telah mendapat pujian dari Ustad Taufiqurrahman atas dakwah yang dibawakannya, disertai dalil-dalil, Adila (Medan) harus ikhlas berada diurutan terakhir dari ketiga peserta lainnya.

Adila (Medan) menjadi peserta  yang tersingkir dari Top 20 Kloter Al Quddus. Sementara Dani (Bekasi), Ulin (Cilacap), dan Novri (Riau) berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Keseruan Keluarga Ambyar yang terdiri dari Soimah, Irfan Hakim, Rara LIDA, dan Jirayut hadir menghibur waktu malam pemirsa lewat program Ramadan di Rumah Saja  setiap hari. Berbeda dengan episode-episode sebelumnya, pada episode Rabu (6/5),  Ramadan di Rumah Saja masih dalam suasana berduka karena Indonesia telah kehilangan The Godfather of Broken Heart yang biasa disapa Didi Kempot.

Membuka tayangan, Soimah tampil  membawakan salah satu lagu ciptaan Didi  Kempot, yakni Cidro. Sementara  Ustadz Muchlis M. Hanafi memimpin doa bersama   untuk mendiang Didi Kempot bersama   Sobat Ambyar melalui sambungan video conference.

Pada segmen Indonesia Mengaji,  Indosiar hadirkan qori dan qoriah terbaik dari 34 provinsi  yang membacakan potongan ayat dari salah satu surat dalam Alquran. Tidak ketinggalan Gilang Dirga bersama Keluarga Ambyar juga turut menyimak bacaan peserta.(sby1/rd)