Rumah BUMN Rembang Bantu Armida,  Promosikan Kain Nusantara Littlekaaya

Rumah BUMN Rembang Bantu Armida,  Promosikan Kain Nusantara Littlekaaya
Armida melayani wisatawan asal Singapura di stan UMKM Binaan SIG pada Bazar UMKM untuk Indonesia.

Jakarta, HB.net –Tren kekinian tak melulu tentang teknologi. Elemen kebudayaan juga menjadi unsur yang memunculkan kebanggaan, apalagi jika bisa diperlihatkan dalam bentuk pakaian atau aksesoris yang dapat mengundang perhatian. Kebanggaan itu yang dirasakan Armida Triani, pegiat UMKM asal Rembang, Jawa Tengah, hingga terdorong untuk mempromosikan padu padan kain nusantara pada desain pakaian kekinian untuk anak dan bayi. Usahanya kini terus mengalami kemajuan berkat pendampingan dari Rumah BUMN (RB) SIG di Rembang yang dikelola oleh PT Semen Gresik.

“Transaksi dalam bisnis fesyen bayi dan anak juga lebih cepat daripada orang dewasa mengingat tumbuh kembang anak yang begitu cepat. Littlekaaya sendiri rata-rata bisa menjual 125 item dengan omzet Rp15 juta per bulan. Bahkan bila sedang ramai bisa mencapai Rp35 juta. Apalagi saat menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan akan lebih tinggi dari biasanya,” kata Armida Triani yang akrab disapa Armida.

Littlekaaya merupakan merek lokal asal Rembang, Jawa Tengah, yang menawarkan fesyen bayi dan anak berkonsep Asia Timur dengan sentuhan wastra atau kain tradisional nusantara, mulai dari kemeja, sweater, piama, gaun pesta, baju etnik, sandal, hingga pouch dan aksesoris lainnya. Produk Littlekaaya dibandrol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp70 ribu - Rp350 ribu.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, sukses Armida dalam mengembangkan bisnis fesyen bayi dan anak semakin menambah daftar pelaku UMKM yang telah terbantu kehadiran RB Rembang. Prestasi ini kian menegaskan peran signifikan RB Rembang dalam memajukan UMKM yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“SIG melalui RB Rembang terus mendorong kinerja UMKM binaan melalui pendampingan dan pembinaan yang intensif dan menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran,” kata Vita Mahreyni.(hud/ns)