Greenfields Indonesia Bangun Reaktor Biogas Senilai Rp 54 Miliar

PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields Indonesia) mencatatkan langkah besar dalam komitmen keberlanjutannya dengan membangun reaktor biogas baru di peternakan keduanya di Wlingi, Blitar.

Greenfields Indonesia Bangun Reaktor Biogas Senilai Rp 54 Miliar
Peletakkan batu pertama oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso yang disaksikan manajemen Greenfields Indonesia.

Blitar, HARIANBANGSA.net - PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields Indonesia) mencatatkan langkah besar dalam komitmen keberlanjutannya dengan membangun reaktor biogas baru di peternakan keduanya di Wlingi, Blitar.

Inisiatif ini ditandai dengan peletakkan batu pertama yang oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso. Acara ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi dari Pemkab Blitar atas keseriusan Greenfields Indonesia dalam berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Rahmat Santoso menyampaikan, ia mengapresiasi kepada Greenfields Indonesia karena telah berupaya melakukan pengolahan limbah dengan mendirikan pengolahan biogas.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa Greenfields Indonesia sangat peduli dengan lingkungan. Seperti yang kita ketahui bersama biogas sangat bermanfaat untuk lingkungan yang lebih bersih, mengurangi efek gas rumah kaca. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga dan pupuk organik,” katanya.

Head of Dairy Farm Development & Sustainability, Government, Environment and Safety Farm Greenfields Indonesia Heru Setyo Prabowo menjelaskan sejak awal pihaknya berkomitmen untuk melakukan bisnis yang terintegrasi. Mulai peternakan, pabrik, hingga produk tiba di tangan konsumen.

Tujuannya adalah agar dapat memegang kontrol penuh atas kualitas dan nutrisi produk maupun dampak yang mungkin dihasilkan selama proses produksi berlangsung. “Oleh karenanya kami berinvestasi secara utuh membangun peternakan dan pabrik modern berskala internasional lengkap dengan fasilitas-fasilitas yang di antaranya dibutuhkan dalam menjaga lingkungan, seperti melalui kehadiran reaktor biogas di Blitar,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian pada 2019, kontribusi gas rumah kaca dari subsektor peternakan masih di bawah 2 persen dari total emisi nasional. Meski demikian, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk para pelaku industri, guna menekan laju pemanasan global.

Reaktor biogas yang kami bangun memiliki kapasitas 12.000 m3. Dengan total lebih dari 9.000 ekor sapi, diproyeksikan akan dapat menghasilkan 7.200 m3 biogas setiap harinya. Biogas kemudian akan diubah menjadi listrik dengan daya sebesar kurang lebih 15.800 kilowatt- jam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun  turut memberikan apresiasi, “Perlu kita ketahui, berdirinya Greenfields Indonesia membawa dua dampak, yaitu menyejahterakan masyarakat karena bisa menyerap tenaga kerja 80 persen dari masyarakat lokal serta mendukung pertumbuhan pertanian masyarakat, dan juga dampak lingkungan,” ungkapnya.

Greenfields Indonesia merupakan pioneer produsen dan manufaktur produk fresh milk pasteurisasi dalam kemasan dengan peternakan terbesar di Indonesia. Dengan jumlah sapi yang mencapai lebih dari 19.000 ekor berjenis Holstein dan Jersey, rata-rata tiap tahunnya Greenfields Indonesia memproduksi susu sapi segar mencapai 97.000 ton atau kurang lebih 10 persen dari total produksi SSDN 2022.

Melalui komitmen Greenfields Farming Philosophy, Greenfields Indonesia memastikan setiap rangkaian proses produksi yang dijalankan penuh dengan tanggung jawab. Berpihak pada lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat dan komunitas lokal.(rd)