Seorang Ibu di Banyuwangi Nyaris jadi Korban Penipuan

Rebani (59) mengaku panik ditelepon orang tak dikenal dan mengabarkan anak laki-lakinya bernama Andre (27) yang sedang bekerja merantau di Pulau Kalimantan tersandung kasus narkoba, Sabtu (2/10).

Seorang Ibu di Banyuwangi Nyaris jadi Korban Penipuan
ilustrasi
Seorang Ibu di Banyuwangi Nyaris jadi Korban Penipuan

Banyuwangi, Hb.net - Waspada, modus penipuan melalui sambungan telepon ternyata masih ada. Seorang ibu di Banyuwangi nyaris menjadi korbannya.

Rebani (59) mengaku panik ditelepon orang tak dikenal dan mengabarkan anak laki-lakinya bernama Andre (27) yang sedang bekerja merantau di Pulau Kalimantan tersandung kasus narkoba, Sabtu (2/10).

"Saya tiba-tiba ditelpon dengan nomor tidak dikenal. Orang ditelpon itu mengaku polisi dan mengabarkan anak saya yang sedang bekerja di Kalimantan sedang tersandung kasus Narkoba," kata Rebani,  Minggu (3/10).

Tak hanya itu, dia juga diminta untuk tidak memberitahukan orang lain dan memaksanya untuk segera mentransfer sejumlah uang sebagai uang damai oleh penipu yang mengaku sebagai polisi tersebut.

Sontak, wanita paruh baya yang telah memiliki lima cucu itupun bingung gemetaran hampir pingsan. Bagaimana tidak, suara ditelpon itu juga ada yang mengaku anaknya menangis minta tolong kepadanya.

"Orang yang nangis-nangis itu mirip suara anak saya. Minta tolong agar menuruti kemauan polisi gadungan yang meneleponnya tersebut. Penipu itu minta uang Rp 5 Juta," ujarnya.

Beruntung, ketika dia menerima telepon tersebut, ada tetangganya bernama Rohman (45) mendengar dan mencurigai jika itu merupakan modus komplotan penipu. Ia pun langsung menghardiknya.

"Ya langsung saja, saya hardik. Dasar penipu. Kemudian yang nelpon itu langsung memutus sambungan telepon tersebut," kata Rohman, tetangga Rebani.

Kendati modus penipuan tersebut gagal, namun hal tersebut membuat Rebani syok dan tak tenang. Ditambah lagi anak ketiganya itu tidak bisa dihubungi. Beberapa jam kemudian, ia merasa lega setelah anaknya tersebut dapat dihubungi dan mengaku baik-baik saja.

Dengan adanya kejadian tersebut, diharapkan masyarakat lebih waspada dan tidak mudah percaya akan informasi serta iming-iming lainnya baik via sms, telepon, dan media sosial.

Karena orang orang yang tak bertanggung jawab tersebut membuat skenario penipuan seprofesional mungkin, misalnya menyamar menjadi operator yang menawarkan iming-iming hadiah berupa uang tunai atau mobil atau bersandiwara jika ada anggota keluarganya sedang terkena musibah, dan lainnya.

Ujung-ujungnya, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening para penipu. Untuk itu, sebaiknya hindari menerima panggilan atau membalas pesan masuk dari nomor tak dikenal, apalagi yang tiba-tiba menawarkan hadiah. (guh/diy)