Kick Off Sekardadu 2024,  Bupati Ipuk: Tak Hanya Rawat DAS, Juga Tingkatkan Ekonomi

Kick Off Sekardadu 2024,  Bupati Ipuk: Tak Hanya Rawat DAS, Juga Tingkatkan Ekonomi
Kick Off Sekardadu 2024 di Wisata Jopuro Kampung Anyar Glagah Banyuwangi.

Banyuwangi, HB.net - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan kembali melanjutkan program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang telah dimulai sejak 2022.

Masuk tahun ketiganya, dampak positifnya Sekardadu diperluas merambah ke sektor wisata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sekardadu sendiri merupakan program kolaboratif yang melibatkan lintas sektoral serta partisipasi aktif pelajar semua tingkatan pendidikan, mahasiswa maupun santri, termasuk masyarakat umum untuk merawat kebersihan sungai dari hulu hingga hilir.

“Tujuan utama program ini tetap sama, yaitu menjaga dan merawat kebersihan sungai untuk melestarikan ekosistem alam yang baik. Mulai daerah tangkapan air mulai hulu hingga hilir,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat kick off Sekardadu di Wisata Jopuro, Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Rabu (6/3/2024).

Dia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan memberi manfaat secara ekonomi. Salah satu keberhasilan Sekardadu adalah di kawasan aliran sungai Jopuro, yang telah menjadi destinasi wisata air yang populer. Wisata Jopuro memanfaatkan sumber mata air Sumber Mengarang, yang tidak hanya berfungsi sebagai perairan sawah tetapi juga sebagai sumber air bersih untuk HIPPAM.

Ipuk menekankan bahwa Jopuro dapat menjadi pilot plan dalam pembangunan destinasi wisata berbasis sumber daya air yang berkelanjutan secara ekonomi dan ekologis.

Kadis PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo menambahkan, program sekardadu telah memberikan dampak positif untuk sektor lingkungan, terutama kebersihan di kawasan sungai. Meski masih ada beberapa orang yang masih terlihat membuang sampah sembarangan.

“Ada pergeseran paradigma tapi belum masif. Karena masih ada masyarakat kita yang abai terhadap keberlangsungan lingkungan termasuk di sungai,” kata Guntur.

Program Sekardadu merupakan innovation sustainable atau inovasi peradaban. Untuk merubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai diperlukan waktu jangka panjang. Perlu diketahui, kata Guntur, saat ini Sekardadu melibatkan 141 Sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah kader 272.780 siswa. Panjang aliran sungai yang dirawat mencapai 35 ribu meter. (guh/ns)