Siswi SMP Dibawa Kabur Pria tanpa Identitas

Karena terpengaruh pertemanan melalui media sosial membuat AY (15), warga Jalan Kedung Pengkol, nekat lari dengan seorang pemuda yang diketahui bernama Ryan (20).

Siswi SMP Dibawa Kabur Pria tanpa Identitas
Keluarga korban menujukan foto pelaku Ryan saat bersama putrinya.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Karena terpengaruh pertemanan melalui media sosial membuat AY (15), warga Jalan Kedung Pengkol, nekat lari dengan seorang pemuda yang diketahui bernama Ryan (20).

Ryan membawa lari AY, dan baru dikatahui oleh pihak keluarga AY sejak tanggal 8 Februari 2024. Mengetahui putri bungsunya dibawa lari oleh seorang pemuda, Mistriani (58) selaku ibu kandung AY melaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Laporan yang disampaikan oleh Mistriani ke SPKT Polrestabes Surabaya pada Minggu (11/2). “Setelah menunggu anak saya selama 3 hari tidak pulang sehingga saya terpaksa melaporkan ke polisi adanya aksi penculikan anak,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (14/2).

Mistriani menceritakan bahwa sejak Selasa (6/2) ada kejangalan atas sikap AY. Seperti biasanya AY adalah siswa SMP Mardi Putra, Tambaksari kelas 3, rutinitas pulang sekolah pukul 18.00 WIB. “Pada Selasa malam putri saya pulang ke rumah bersama teman sekolah. Namun saya masih ragu pada malam itu apa benar gadis yang diajak pulang adalah temannya,” cerita Mistriani.

Karena AY mengaku teman wanita sekolah, sehingga ibu kandung memperbolehkan. Seperti biasa pada Rabu (7/2) pagi AY berangkat sekolah. Namun teman AY pergi tanpa berpamitan kepada Mistriani. “Saya juga heran teman anak saya itu tiba tiba pergi tanpa pamit. Hingga saat itu saya tidak mengenal wajah teman saya. AY saya tanya malah marah marah,” tambah Mistriani.

Sejak saat itu AY tidak pulang ke rumah. Pihak keluarga berusaha menepon dan mencari ke beberapa teman sekelasnya. Namun nomer teleponnya sudah tidak berfungsi. Keluarga mempunyai petunjuk AY mempunyai teman dekat satu kelas, yaitu DW.

Dari situlah Mistriani mengintrogasi DW guna mencari dimana sekarang AY berada. “Jadi kami sekeluarga mendatangi rumah DW. Dari situlah DW memberikan keterangan bahwa selama 6 bulan terakhir  AY menjalin asmara dengan Ryan. Ryan dikatahui tinggal menumpang di rumah temannya, AD (16) sekitar Jalan Bronggalan Sawah IV,” tambahnya.

Mendapatkan informasi tersebut,  pada Sabtu (10/2) keluarga Mistriani mendatangi rumah AD yang ditumpangi Ryan. Sesampainya di sana, keluarga Mistriani ditemui oleh Farida (39) selaku orang tua AD.

Farida membenarkan bahwa Ryan menumpang di rumahnya karena teman dari putra pertamanya AD. Hal tersebut juga diakui oleh Farida saat ditemui Harian Bangsa.

“Jadi putra saya AD itu kenal dengan Ryan. AD meminta tolong tinggal sementara karena belum punya tempat tinggal. Namun kepergian Ryan kita tidak dikabari. Sekarang kepergian Ryan ternyata dengan AY tanpa pamit, sehingga kami kaget. Kami coba menghubungi Ryan sekarang tidak bisa,” akui Farida, Rabu (14/2).

Mengetahui anak putri terakhirnya dari 6 bersaudara hilang tanpa jejak, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan ke Mapolrestabes Surabaya, Minggu (11/2). “Kami tidak terima anak saya dibawa lari oleh pemuda yang tidak jelas asal usulnya,” geram Mistriani. (yan/rd)