Tanam Lima Varietas dengan Metode Jarwo

Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, melaksanakan kegiatan tanam padi perdana demonstran usaha petani (demfarm) varietas bibit unggul.

Tanam Lima Varietas dengan Metode Jarwo
Bupati Ikfina ketika melaksanakan kegiatan tanam padi perdana demonstran usaha petani (demfarm) di lahan tani Desa Sadartengah.

Mojokerto, HARIAN BANGSA.net - Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, melaksanakan kegiatan tanam padi perdana demonstran usaha petani (demfarm) varietas bibit unggul. Kegiatan ini dilakukan di lahan tani Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (11/6).

Penanaman padi dilakukan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur Catur Hermanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Setia Puji Lestari, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, kapolres Mojokerto diwakili kapolsek Mojoanyar serta Dandim 0815 diwakili danramil Mojoanyar.

Lima varietas padi yang ditanam pada kegiatan ini antara lain Inpari IR Nutri Zinc yang dikenal tahan stunting tanaman (kerdil), Pamelen atau Padi Merah Pulen, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 45 Dirgahayu.

“Ragam varietas ini akan ditanam pada lahan seluas 7,5 hektare, dengan metode tanam jajar legowo (jarwo). Metode ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen kurang lebih 30 persen, dibanding yang tidak menerapkan,” kata kepala BPTP dalam sambutan.

Selanjutnya, wakil ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, menyatakan, harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah memaksimalkan potensi hasil pertanian daerah. “Pengembangan ini dapat menunjang ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto. Langkah ini harus kita laksanakan dengan gotong royong dan kerja sama dengan berbagai pihak,” terang dia.

Bupati Mojokerto pada kegiatan ini juga mengapresiasi inisiatif demfarm, dengan pesan penting agar dapat dilakukan pemetaan ke depan. Artinya petani lebih memperhatikan lahan dan suplai  ketersediaan air, agar bisa mengidentifikasi potensi lahan dan metode tanam yang cocok untuk diaplikasikan.

“Lakukan pemetaan skala prioritas. Kita lihat dulu, sawah mana saja yang dapat ditanami dengan inovasi ini. Nanti kalau memerlukan irigasi dan teknis lain, bisa dikomunikasikan dengan PUPR ataupun dinas terkait lainnya,” terang bupati.

Selain arahan tersebut, bupati menginformasikan bahwa saat ini Kementerian Perdagangan memiliki program percepatan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG). Kehadiran SRG diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. SRG dapat menjadi instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk perdagangan komoditas.

Banyak komoditas yang dapat diresigudangkan. Seperti gabah, beras, jagung, bawang merah, gula, garam dan beberapa komoditas lainnya. SRG memerlukan dukungan dan sinergi pemerintah, baik pusat dan pemerintah daerah.

“SRG menjadi salah satu solusi agar hasil panen tidak terjual murah. Karena biasanya jika hasil panen berlimpah, harganya menjadi murah. Di SRG inilah ada fungsi tunda jual,” tandas bupati.(yep/rd)