Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Beri Tips Anak Muda Dalam Berbisnis

Wali Kota dengan latar belakang pengusaha ini juga membagikan faktor penentu keberhasilan bisnis.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Beri Tips Anak Muda Dalam Berbisnis
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memberikan materi dalam Dinus Inside 2021, melalui zoom meeting dan live pada kanal YouTube TV Ku, Senin (27/9). foto: Kominfo

Kota Kediri, HB.net - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan tantangan berkreasi dan berinovasi dalam dunia usaha untuk anak muda di era kenormalan baru. Hal itu dipaparkan Wali Kota Kediri dalam Dinus Inside 2021, Senin (27/9), melalui zoom meeting dan live pada kanal YouTube TV Ku.

Dinus Inside merupakan kegiatan yang diadakan untuk menyambut mahasiswa baru yang telah terdaftar di Kampus Udinus Semarang dan Kediri. Kegiatan itu diikuti 3.717 mahasiswa baru tahun ajaran 2021, baik dari pasca sarjana, sarjana, dan diploma.

Dalam materinya, Mas Abu --sapaan Wali Kota Kediri- mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menuntut semua orang bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada, termasuk pebisnis.

Ditambah lagi saat ini dunia sedang mengalami disrupsi, sehingga banyak perubahan yang terjadi. Seperti, pergeseran gaya beli, konsumen yang mudah bosan, hingga persaingan yang ketat.

“Di sini saya mengajak anak-anak muda untuk lebih atraktif memanfaatkan teknologi dan sosial media. Kembangkan apa saja yang kita mau. Anak muda harus kreatif, inovatif, dan bisa menghasilkan. Kita bisa lihat dunia bisnis ini peluangnya sangat besar sekali,” ujarnya.

Wali Kota dengan latar belakang pengusaha ini juga membagikan faktor penentu keberhasilan bisnis. Di antaranya, unique selling point, pemanfaatan teknologi digital, dan service delivery. Ketiga faktor ini harus dimiliki dalam menjalankan bisnis.

Di Kota Kediri ada beberapa contoh cerita sukses pebisnis muda berkat kreasi dan inovasinya. Seperti bayleaf.id, Tenun Bandoel, Kaos Kecakot, Greasy Wheels, A-soy Sari Kedelai, de-Yami Cookies, Jas Tailor, Wish Hair Studio, dan Laue Burger.

“Sebagai generasi muda menurut saya kalian harus adaptif dalam segala perubahan, jangan takut mencoba, menaklukan tantangan, dan just do it. Mulailah dari sekarang karena waktu terus berjalan. Jangan mau kalah dengan orang lain,” pungkasnya.

Pada sesi diskusi, Mas Abu mendapat pertanyaan dari salah satu mahasiswa Udinus Kediri yakni Mohammad Arkhan Maulana. “Apa yang bisa kami lakukan sebagai generasi milenial untuk membantu perkembangan Kota Kediri?” tanya mahasiswa Teknik Informatika ini.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Abu mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri saat ini sangat terbuka. Sebelum pandemi, ada Forum Ketemu Santai Bareng Wali Kota (Ketawa) yang bertujuan menampuk gagasan anak-anak muda untuk dijadikan program oleh Pemkot Kediri.

Di masa seperti ini, generasi muda dapat membantu pemerintah dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Semakin banyak anak muda yang bergerak, ia yakin ke depan Kota Kediri akan semakin bagus.

“Di Kota Kediri kita ajak rukun tetangga (RT) membangun daerahnya masing-masing agar ke depan makin setara. Jadi antara tengah kota dan kampung-kampung gap pembangunannya tidak lebar. Ke depan ada bidang perekonomian dibangun kalian bisa membantu mengenalkan mereka ke marketplace, membuatkan program, atau digital marketing. Itu harapan saya,” tutupnya. (uji/ns)