Philia Tungga Dewi, Siswi Kelas 1 SD Sudah Hafal 5 Juz

Philia Tungga Dewi, murid kelas 1 SDIT Nurul Fikri Sidoarjo, terpilih sebagai siswi termuda yang menghafal 5 juz Alquran.

Philia Tungga Dewi, Siswi Kelas 1 SD Sudah Hafal 5 Juz
Philia Tungga Dewi ketika mendapatkan penghargaan.

Sidoarjo, HARIANBANGSA.net - Philia Tungga Dewi, murid kelas 1 SDIT Nurul Fikri Sidoarjo, terpilih sebagai siswi termuda yang menghafal 5 juz Alquran. Penghargaan itu diberikan kepada Philia saat kegiatan Wisuda Alquran dan Parenting SDIT Nurul Fikri Sidoarjo. Acara ini  bertempat di Gedung Serbaguna Agrowisata Lebo, Sidoarjo, Sabtu, (24/6).

Philia merupakan satu dari 16 belas siswa yang menerima penghargaan atas atas hafalan Alquran. SDIT Nurul Fikri. Sekolah ini merupakan sebuah lembaga formal dibawah naungan Kemendikbud yang menggunakan model full day school dengan konsep sekolah integrated activity dan integrated curriculum. Sehingga terwujudnya Internalisasi nilai-nilai knowledge, skill dan Islamic attitude.

Hafal Quran minimal 3 juz merupakan salah satu program unggulan di SDIT Nurul Fikri. Dalam program tersebut memprioritaskan penanaman nilai-nilai keislaman, pembiasaan perilaku mulia, life-skills, entrepreneur skills, teknologi informasi, aksi peduli sosial, Leadership, cinta tanah air, pameran hasil karya dan gelar kreatifitas.

"Alhamdulillah senang sekali. Semoga lulus SD bisa hafal Alquran 30 juz," ujar Philia, Sabtu, (24/6).

Dalam kesehariannya, Philia menghabiskan waktunya dengan belajar, mengaji, dan menghafal Alquran. Seperti biasa, Philia membiasakan diri bangun pukul 04.00 WIB sembari menunggu Salat Subuh. Setelah itu, dia langsung berangkat ke pondok untuk mengaji.

Tepat pukul 06.30 WIB, Philia  bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Selama di sekolah, anak ketiga dari pasangan Saiful Anam dan Puspawati juga dikenal rajin dan pintar. Meski setiap harinya bergelut dengan hafalan Alquran, dia cukup ulet dalam membagi waktu belajar, menghafal dan bermain.  "Waktunya main ada sendiri. Biasanya hari Sabtu dan Minggu. Dikarenakan libur sekolah," ucap Philia.

Selepas sekolah, yakni sekitar pukul 15.30 WIB, Philia kemudian bersiap-bersiap pergi ke pondok untuk mengaji kembali hingga pukul 20.00 WIB.

Puspawati, Ibu Kandung Philia mengaku bangga dengan prestasi yang dimiliki  anaknya. Meski diusianya yang terbilang  bocah, dia mampu membaca dan menghafal Alquran dengan lancar.

Menjadi seorang tahfiz, merupakan impian dan harapan besar keluarga. Namun demikian, kegiatan itu dilakukan tanpa paksaan. Menurutnya, hal itulah yang menjadikan Philia mudah dalam menghafal 5 juz Alquran dalam kurun waktu satu tahun.

Ditengah kemajuan zaman, tidak bisa dimungkiri banyak sekali faktor yang menyebabkan terganggunya belajar siswa. Termasuk membaca Alquran  Sehingga lembaga sudah menyiapkan metode khusus agar pembelajaran Alquran lebih menyenangkan.

"Kami menerapkan metode Wafa untuk pembelajaran Alquran. Sehingga anak-anak lebih enjoy ketika belajar dan menghafal," tutur Kepala  SDIT Nurul Fikri, Siti Maimunah.

Metode Wafa merupakan inovasi metode pembelajaran Alquran dengan memaksimalkan pendekatan otak kanan yang komprehensif, mudah, dan menyenangkan. Dalam proses pembelajarannya menggunakan metode 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian dan Penutupan) serta menggunakan nada hijaz. Selain itu, peranan orang tua sangat penting dalam membantu mempercepat hafalan siswa ketika di rumah. (cat/rd)