Tahanan Polsek Dukuh Pakis Kabur diduga karena Struktur Bangunan Rapuh

Pihak Polsek Dukuh Pakis masih minim memberikan keterangan atas kaburnya tahanan.

Tahanan Polsek Dukuh Pakis Kabur diduga karena Struktur Bangunan Rapuh
Ruang tahanan Polsek Dukuh Pakis dari belakang.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Pihak Polsek Dukuh Pakis masih minim memberikan keterangan atas kaburnya tahanan. Tahanan yang kabur terlibat dalam kasus penipuan penggelapan bernama Anjar Dinata, warga Jalan Radio Dalam, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia berhasil kabur dari sel Polsek Dukuh Pakis pada Jumat (13/4) lalu.

Ada dua opsi dugaan penyebab bisa kaburnya tahanan Anjar Dinata. Bisa dari faktor lemahnya penjagaan yang dilakukan oleh anggota Polsek Dukuh Pakis, atau karena faktor struktuktur bangunan yang sudah rapuh. Hal tersebut diungkapkan seorang perwira yang pernah bertugas di Polsek Dukuh Pakis.

Ia memberikan keterangan memang ada salah satu bangunan tralis besi jendela  di salah satu kamar sel tahanan yang sudah berkarat. “Bangunan tahanan itu ada 6 bilik, tiap bilik berukuran 2X3 meter. Ada teralis besi di salah satu bilik yang memang diketahui agak rapuh. Tapi apa kaburnya dari bilik di sebelah situ?,” u jelas polisi tidak berkenan disebut namanya.

Terkait dugaan ada struktur bangunan yang kurang memadai dari segi keamanan tahanan, semestinya harusnya ada beberapa hal yang harus dilakukan secepatnya. Hal itu diungkapkan Kasat Tahti Polrestabes Surabaya Kompol Choirul Anwar.

Choirul Anwar menjelaskan bila ada atau ditemukan ke kurang kelayakan bangunan, terutama ruang tahanan, harusnya melaporkan ke Sat Obvit (Satuan Objek Vital) Polrestabes Surabaya. Setelah dilakukan peninjauan, dilanjutkan ke bidang logistik dan harus disetujui oleh kapolrestabes Surabaya untuk pembangunan renovasi.

“Yang saya utarakan ini terkait prosedurnya bila ada bangunan di polsek atau di ruang tahanan yang kurang kokoh, bukan penyebab tahanan kabur. Pertama dilakukan pelaporan dan penilaian kepada Sat Obvit kemudian dilaporkan ke bidang logistik,” ujarnya, Selasa (16/4).

Selama proses pengajuan renovasi bangunan tahanan polsek yang kurang layak, ada dua opsi juga yang akan dikerjakan. Opsi pertama bila selama pengajuan renovasi ruang tahanan terdapat kesediaan dana oprasional, maka akan dilakukan pembangunan secepatnya.

Namun bila dana pembangunan belum memadai, para tahanan yang ada di polsek tersebut wajib dipindahkan sementara ke gedung tahanan Polrestabes Surabaya. “Kalau pengajuan renovasi disetujui namun belum ada biaya, maka para tahanan bisa dititipkan ke Polrestabes Surabaya,” tutup Choirul Anwar. (yan/rd)