Beri Pelatihan Pemasaran dan Pengemasan Produk Eco-Enzim Berbasis E-Commerce,  Akademisi UPNV Jatim Dampingi Masyarakat Giripurno

“Potensi produk olahan eco-enzim di wilayah Kota Batu, khususnya di Desa Giripurno yang terletak di dataran tinggi Jawa Timur sangat besa," ujar Ketua PIKAT Wiliandi Saputro, S.T., M.Eng.

Beri Pelatihan Pemasaran  dan Pengemasan Produk Eco-Enzim Berbasis E-Commerce,  Akademisi UPNV Jatim Dampingi Masyarakat Giripurno
Melalui PIKAT UPNV Jatim melakukan pendampingan pelatihan kepada masyarakat Desa Giripurno, kota Batu dalam pemasaran produk Eco-enzim berbasis E-commerce.

Surabaya, HB.net - Akademisi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNV Jatim) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PIKAT) melakukan pendampingan pelatihan kepada masyarakat Desa Giripurno, kota Batu dalam pemasaran produk Eco-enzim berbasis E-commerce.

“Potensi produk olahan eco-enzim di wilayah Kota Batu, khususnya di Desa Giripurno yang terletak di dataran tinggi Jawa Timur sangat besar namun pengemasan dan pemasarannya masih belum optimal,” ujar Ketua PIKAT Wiliandi Saputro, S.T., M.Eng.

Tujuan dari digelarnya pelatihan itu menurut Erwan Adi Saputro, S.T., M.T., Ph.D. selaku anggota tim adalah untuk membantu masyarakat dengan skema Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PIKAT), minimnya manajemen pemasaran membuat produk tidak dapat terjual secara optimal.

“Oleh kerena itu, melalui program PIKAT ini kami memiliki tujuan memberikan pelatihan dan manajemen pemasaran tentang toko online berbasis e-commerce guna meningkatkan omzet penjualan produk olahan eco-enzim kepada UMKM Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Sawahan, Kota Batu,” terang Erwan Adi Saputro.

Masyarakat di lokasi tersebut memiliki semangat sosial yang bagus sehingga mendukung suksesnya kegiatan ini. Selain modal sosial lokasi ini dinilai cukup potensial, selama ini jumlah produksi produk olahan eco-enzim berkisar 20-30 produk perbulan, pemasaran produk eco-enzim hanya meliputi wilayah batu dan malang. Kurangnya manajemen pemasaran dikarenakan belum adanya pemanfaatan teknologi seperti e-commerce dalam mendukung pemasaran yang lebih luas. Pendampingan dan pelatihan diperlukan untuk mendukung pangsa pasar yang lebih luas sehingga penjualan dapat lebih meningkat.

Pada sesi pertama, tim PIKAT UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan paparan yang disampaikan Radissa Dzaky Issafira, S.T., M.Sc. terkait keuntungan menggunakan e-commerce dan macam-macam aplikasi yang bisa digunakan untuk memasarkan produk warga. Beberapa contoh e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dan juga persyaratan dalam pembuatan akun disampaikan kepada warga, untuk menunjukkan kemudahan dalam memasarkan produk di era digital. Pentingnya pemasaran secara digital di era global ini diberikan kepada warga untuk memotivasi warga dalam memasarkan produk tanpa terbatas waktu dan tempat dengan mudah. Masyarakat Giripurno terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan, diikuti oleh beberapa pertanyaan kepada narasumber.

Pada sesi kedua demonstrasi penggunaan website dijelaskan oleh Wiliandi Saputro S.T., M.Eng. Langkah untuk menginput beberapa informasi untuk pemasaran produk, seperti variasi produk dan kelebihan dari eco-enzim yang dapat dimanfaatkan sebagai sabun pencuci piring, pestisida organik, dan pupuk organik disampaikan secara rinci. Pada kesempatan ini salah satu staf IT kantor Desa Giripurno dengan antusias mencoba penggunaan website didampingi tim PIKAT UPN “Veteran” Jawa Timur. Dengan visualisasi yang menarik dan tampilan dinamis dari website diharapkan keuntungan produk terpresentasi dengan baik dan dapat menarik minat konsumer. Website yang digunakan untuk memasarkan produk telah dibentuk dengan nama domain https://giripurnofarm.com/.

Dari kegiatan sosialisasi pengembangan produk masyarakat Desa Gisipurno ini diharapkan kedepannya menumbuhkan semangat warga dalam menggunakan e-commerce dan pemasaran digital dalam menjual produk. Selain itu dengan mudahnya pemasaran digital dan tersedianya website diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan produk setiap bulannya, serta mengembangkan variasi produk olahan warga. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi pijakan wujud salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sosialisasi ini berharap bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk tidak kalah bersaing dalam memasarkan di era digital yang semakin berkembang. (yun/ns/*)