Jember dapat Hadiah DID Apresiasi Penggunaan PDN

Sesuai dengan Permen tersebut, Pemkab Jember mendapat penghargaan kinerja yang dinilai dengan penggunaan produk dalam negeri (PDN), percepatan belanja daerah, percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Jember dapat Hadiah DID Apresiasi Penggunaan PDN
Bupati Jember, Hendy Siswanto.

Jember, HB.net - Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Keuangan Republik Indonesia (RI) nomor 140/PMK.07/2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dihadiahi Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10 miliar lebih.

Sesuai dengan Permen tersebut, Pemkab Jember mendapat penghargaan kinerja yang dinilai dengan penggunaan produk dalam negeri (PDN), percepatan belanja daerah, percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dukungan belanja daerah terhadap penurunan kemiskinan, pengangguran, dan stunting, serta penghargaan atas upaya penurunan inflasi daerah.

Sementara itu, dapat diketahui dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, menyatakan, di tengah laju inflasi nasional, Jember mengalami deflasi sebesar 0,47 persen dalam indeks harga konsumen.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengkonfirmasi bahwa hadiah DID ini diterima oleh Pemkab Jember, sebagai penghargaan atas penggunaan PDN dan penurunan inflasi daerah dengan bobot penilaian yang cukup tinggi.

"Jember dapat DID sebesar Rp 10,36 miliar, karena bisa menekan inflasi. Tentunya ini suatu prestasi yang luar biasa dari masyarakat Jember, terutama para UMKM,  temen-temen OPD telah membuat kegiatan-kegiatan besar yang menggerakkan perekonomian," ungkapnya.

Hendy mengungkapkan, peningkatan penggunaan PDN atau menghidupkan produk kearifan lokal dengan menggerakkan UMKM, memiliki dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat, yakni mampu menekan inflasi.

"Jadi artinya, dengan banyaknya penduduk di Jember, dengan kita mengaktifkan kearifan lokal di Jember, UMKM kita gerakkan, dampak menekan inflasi bisa kita rasakan bersama," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung tentang pendistribusian bantuan sosial (bansos) yang masif agar menjaga daya beli masyarakat, sehingga hal tersebut juga termasuk dalam semangat pihaknya dalam menekan inflasi dan mengendalikan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kita geber terus bansos kita di masyarakat. Tentu ini menjadi semangat kami, masyarakat Jember untuk terus kita genjot, inflasi kita tekan supaya daya beli masyarakat kita mampu, tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM," ucapnya.

Sebagai salah satu dari 125 pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota, yang mendapat DID, dalam hal ini, Hendy mengaku semakin termotivasi untuk terus melakukan peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi segenap pihak yang selama ini dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk menggerakkan perekonomian lokal Jember.

Untuk selanjutnya, penggunaan DID masih akan didiskusikan. Hendy mengatakan bahwa nantinya, dana tersebut tentu akan dimanfaatkan untuk melanjutkan upaya peningkatan ekonomi masyarakat Jember.

"Tentang Rp 10,36 miliar ini belum kami rencanakan buat apa duit ini, ini akan kami diskusikan, yang jelas 10,39 ini akan kami pergunakan maksimal untuk pergerakan ekonomi juga," tutupnya. (yud/bil/diy)