Jember Gelar Festival Ketahanan Pangan Lereng Argopuro

Menurut Kapokja Ketahanan Budaya, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, Festival ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pelajar hingga warha di Desa Klungkung itu sendiri.

Jember Gelar Festival Ketahanan Pangan Lereng Argopuro
Kegiatan festival ketahanan pangan lereng argopuro.

Jember, HB.net - Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi Jember menggelar Festival bertajuk "Kaodi'en" Festival Ketahanan Pangan Lereng Argopuro. Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan Rangkaian even Galang Gerak Budaya Tapal Kuda Tahun 2023.

Menurut Kapokja Ketahanan Budaya, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, Festival ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pelajar hingga warha di Desa Klungkung itu sendiri.

"Jadi sengaja untuk melibatkan warga, kan itu  merupakan salah satu wujud pembangunan ekosistem kebudayaan desa yang berkelanjutan," ujarnya, Rabu (22/11/2023).

Syukur menjelaskan, makna dari Kata “Kaodhi’en” yang berasal dari bahasa madura yang berarti “Kehidupan”. Tema tersebut lanjut Syukur, bermakna ke semua unsur yang ada, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, letak geografis, sejarah dan unsur budaya membentuk kehidupan masyarakat lereng Argopuro.

"Karena secara geografis, sebagian besar masyarakat di Desa Klungkung bergantung pada bidang pertanian dan perkebunan," jelasnya.

Ia menambahkan, adanya pendamping kebudayaan desa (Daya Desa) dalam kegiatan ini juga sangat penting, karena sebagai fasilitator yang memudahkan dan memungkinkan terjadinya peningkatan daya masyarakat desa, sekaligus peningkatan daya kebudayaan desa.

"Dengan adanya Daya Desa yang terlatih, diharapkan dapat membentuk Daya Warga, yaitu sekelompok warga desa setempat yang berdaya, subyek pemajuan kebudayaan desa," katanya.

Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui program Pemajuan Kebudayaan Desa ini menekankan pada aspek ketahanan pangan sebagai modal utama dalam implementasi pemajuan kebudayaan.

Selain Desa Klungkung, di wilayah tapal kuda Jawa Timur, fasilitasi juga diberikan kepada desa-desa yang memiliki komitmen dalam hal ketahanan pangan.

"Diantaranya ada Desa Kandangan di Kabupaten Lumajang,  Desa Bugemen di Kabupeten Situbondo, dan Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi," tandasnya.

Pada 2023 ini Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan akan memfasilitasi sebanyak 230 desa di seluruh Indonesia untuk melaksanakan penyusunan DPKD (Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa) sebagai acuan bagi desa dalam melaksanakan pembangunan desa yang bersinambungan, khususnya di bidang kebudayaan. (aji/yud/diy)