UPT BLK Surabaya dan Samsung Gelar Kompetensi 32 Peserta

Perdana 2024, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLK Surabaya dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi.

UPT BLK Surabaya dan Samsung Gelar Kompetensi 32 Peserta
Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto (dua dari kanan) didampingi Kepala UPT BLK Surabaya Sunarya saat membuka pelatihan.

Surabaya, HARIANBANGSA.net - Perdana 2024, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLK Surabaya dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan kali ini diikuti 32 orang, terdiri dari 2 paket yang anggarannya bersumber dari APBD 2024.

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto mengatakan, pelatihan ini untuk mengakomodir dunia industri, yakni Samsung Heavy Industries ke Korea.

"Jadi, bulan November kemarin ada MoU antara Pemprov Jatim melalui Disnakertrans dengan Samsung Heavy Industries terkait pelatihan ini. Dan implementasinya hari ini, " kata dia usai membuka pelatihan tersebut, di kantor UPT BLK Surabaya, Senin (15/1).

Dia mengatakan bahwa pelatihan kali ini spesial. Kenapa?  "Karena instrukturnya dari Samsung sendiri," ujar dia.

Sigit Priyanto menceritakan, saat skill test di Cikarang, pesertanya kurang lebih 300 orang dan yang lulus hanya 10 persen termasuk di BLK Surabaya. "Kemarin, dari 148 peserta, yang lolos hanya 12 orang," kata dia.

Sehingga pihak Samsung bisa mengevaluasi.  Akhirnya dengan MoU diimplementasikan instruktur dari pihak Korea sehingga ke depan diharapkan untuk tingkat kelulusannya maksimal.

"Dan pelatihan ini untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sehingga harapannya yang ikut pelatihan ini outputnya kompeten atau terampil. Terutama di bidang las dan outcome-nya penempatan. Diharapkan setelah lulus bisa mengikuti tes dan bisa lolos untuk  diberangkatkan ke Korea," kata Sigit.

Di tempat yang sama, Kepala UPT BLK Surabaya Sunarya menambahkan, pelatihan ini bekerja sama dengan PT Intersolusi Indonesia (salah satu anggota Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia atau P3MI).

"Penempatan PMI itu salah satu mekanismenya adalah Private to Private (P to P). Yakni  penempatan yang difasilitasi oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Namun juga melibatkan pihak swasta dari Indonesia atau yang dikenal P3MI dan negara penerima, " kata dia.

Pelatihan bagi CPMI, lanjutnya, dilaksanakan selama 3 bulan. Peserta sudah difilter oleh PT Intersolusi karena salah satu syaratnya harus mempunyai kompetensi untuk las, baik 1G sampai 6G, dan SMAW maupun FCAW, " ungkap dia.

Consular Assistant Embassy of the Republic of Korea Lee Kyeoung Youn menambahkan, peserta dari Jawa Timur khusus Samsung ini orangnya sopan, pemikiran bagus, dan cepat paham. (mid/rd)